Minggu, 22 Mei 2011

Ambisi Kendaraan Listrik Masih Sesamar Mobil Tenaga Surya


(chevrolet.com)
Washington (ANTARA News) – Pada tahun 2003, Presiden George W. Bush mengajukan program 1,2 miliar dolar untuk membantu mengembangkan mobil bertenaga matahari  serta  sistem penyimpanan  dan pengiriman hidrogen.
Delapan tahun kemudian, belum ada kendaraan tenaga surya  yang diproduksi secara komersial di Amerika Serikat.
Seruan  Presiden Barack Obama dalam  pidato  kenegaraan pekan lalu tentang target  1 juta kendaraan berteknologi canggih di jalan-jalan AS pada tahun 2015  tampaknya juga masih samar-samar, kata Michael Omotoso, direktur global powertrain forecasting di JD Power and Associates di Troy, Mich.
“Saya rasa itu tujuan yang berlebihan. Kami  berpikir angka itu belum tercapai pada 2015,” kata Omotoso dalam wawancara seperti dikutip Bloomberg.
AS telah menginvestasikan lebih dari 25 miliar dolar untuk pengembangan teknologi kendaraan canggih dan sudah dua pabrik besar memproduksi massal kendaraan listrik yaitu Chevrolet Volt dan Nisaan Leaf. Tapi,  baterai yang mahal dan pasar yang terbatas untuk kendaraan compact berdaya jelajah terbatas itu merupakan kendala mencapai target yang diinginkan Obama, kata Omotoso.
Pemerintah AS memang sudah memperkirakan tantangan tersebut.  Pabrik kendaraan diperkirakan akan menjual sekitar 281 ribu kendaraan listrik dan pick up sejak 2011 hingga 2015.
Menurut Badan Informasi Energi AS, angka tersebut belum termasuk kendaraan hibrid bertenaga listrik dan BBM.  Badan tersebut memperkirakan angka penjualan yang tahun 2011 diperkirakan 31 ribu unit akan meningkat menjadi 71 ribu unit pada 2015.
Data terakhir menunjukkan ada 326 Volt dan 19 Leaf yang terjual.Volt dijual seharga 40.280 dolar sedangkan Leaf 32.780 dolar.
Menurut Art Spinella,  Ketua CNW Marketing Research di Bandon, Oregon, target Obama tersebut mungkin tercapai jika pemerintah AS memberi dukungan dengan setidak-tidaknya 9 miliar dolar AS dalam bentuk pengurangan pajak negara bagian maupun federal.  “Ada jurang besar antara harga dan daya beli,” kata Spinella.
Ide lain untuk memacu pembelian kendaraan listrik datang James Colon, wakil presiden untuk komunikasi produk di Toyota.
Dia mengemukakan, lebih baik kendaraan tertentu diizinkan menggunakan jalur khusus bus, cara ini menurut dia lebih jitu menarik pembeli dibandingkan memberikan fasilitas pajak.
“Memberi keringanan pajak kepada kendaraan yang sulit dijual tentu saja tak akan membuat target tercapai,” kata Colon dalam sebuah wawancara di pameran otomotif Washington pekan lalu.
Sementara itu Omotoso mengatakan Nissan Motor Co akan menjadi pemenang dalam kendaraan listrik, ini karena mereka lebih dulu menjual ke konsumen, posisi pertama disusul  General Motors Co, yang akan meraih  sekitar 24 persen dari pasar mobil listrik. Posisi ketiga akan diduduki  Honda Motor Co, yang setidak-tidaknya beberapa tahun tertinggal dalam penjualan model listrik.
Ed Cohen, wakil presiden Honda urusan pemerintah dan industri di Washington, mencatat perbedaan antara perkataan khusus Obama mengenai mobil listrik karena teks itu merujuk pada kendaraan “berteknologi canggih”.
“Perusahaan kami khususnya berminat pada teknologi sel, kami berharap target (yang dikemukakan Obama) itu mencakup semua teknologi dan investasi federal juga mencakup teknologi-teknologi canggih lainnya (selain kendaraan listrik dan hidrogen,” katanya.
Cohen mengatakan Honda bekerja pada semua teknologi canggih, termasuk plug-in hibrida seperti  Volt dan mobil listrik seperti Leaf. Pemerintah tidak boleh menunjuk pemenang, katanya.
“Adalah penting untuk tidak menahan perkembangan teknologi apapun, dan penting bagi pemerintah untuk mengirimkan sinyal-sinyal pasar yang tepat,” kata Cohen.
Jika ada 1 juta kendaraan listrik di jalan  maka terlebih dulu harga baterai lithium-ion  harus turun drastis atau ada terobosan teknologi yang membuat tenaga kendaraan listrik sebanding dengan setangki BBM, kata Omotoso.
Environmental Protection Agency memperkirakan jangkauan mengemudi Volt hanya 35 mil. Pengemudi dapat menambah  344 mil lagi dengan mesin bensin, mencapai jarak gabungan dari 379 mil, demikian pernyataan GM pada bulan November.
EPA mengatakan pada bulan November, Nissan Leaf menjelajahi 73 mil dengan baterai yang terisi penuh dalam tes bahan bakar ekonomis. Perusahaan telah memperkirakan jangkauan mengemudi 62 mil menjadi 138 mil, tergantung pada kondisi.
Pemerintahan Obama telah mendukung usaha sebelumnya untuk memicu teknologi baru pinjaman 25 miliar dolar  bebas bunga dari Departemen Energi  sehingga pabrik-pabrik otomotif dapat meningkatkan teknologi berbahan bakar ekonomis.
Ed Welburn, vice president of global design GM, mengatakan pihaknya  mempercepat ketersediaan Volt yang mulai dijual di semua dealer AS pada akhir tahun, jadi bukan pada  2012.
Jeremy Anwyl, CEO Edmunds.com, situs penelitian otomotif yang berbasis di Santa Monica, California, mengatakan penjualan mobil elektrik saat ini keliru karena ditawarkan kepada pengemudi pribadi. Menurut Anwyl, seharusnya kendaraan listrik yang dijual adalah untuk  armada, seperti van untuk pengiriman komersial.Armada memiliki lebih banyak pengisian yang dapat diprediksi, katanya.
(Eny/A038/ART)

Penyelidik Simpulkan Elektronik Toyota Tak Bermasalah

(reuters)
Jakarta (ANTARA News) – Penyelidikan yang dilakukan badan pemerintah Amerika Serikat menyimpulkan sistem elektronik Toyota Motor Corp tak menyebabkan percepatan di luar kehendak pengemudi.
Seperti dilaporkan Reuters, hasil penyelidikan itu merupakan  kemenangan besar bagi produsen mobil terbesar di dunia itu.
Toyota sedang berusaha untuk pulih dari kasus kecelakaan-kecelakaan akibat kendaraan buatan mereka konon bertambah kencang dengan sendirinya.
Temuan itu meneguhkan posisi Toyota yang telah menemukan dan membereskan masalah keamanan pada kendaraan seperti Camry. Langkah perbaikan Toyota berfokus pada masalah-masalah mekanik pedal gas dan risiko karpet yang bisa menahan pedal.
“Tidak ada penyebab berbasis elektronik dari akselerasi di luar kehendak pada kendaraan Toyota,” kata Menteri Transportasi Amerika Serikat Ray LaHood dalam pernyataan hari Selasa.
Saham Toyota yang diperdagangkan di AS berakhir pada posisi 4 persen lebih tinggi setelah temuan pemerintah itu.
Penyelidikan yang dilakukan Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan (NHTSA) dan para insinyur Badan Antariksa  NASA tersebut dilakukan untuk merespon pertanyaan dari sebagian pengkampanye keselamatan dan anggota parlemen tentang kemungkinan  software-driven throttle  dan cacat di sistem kontrol elektronik punya peran dalam kasus percepatan tanpa bisa dikendalikan.
Peneliti menyimpulkan bahwa sebagian besar kasus percepatan yang tak dikehendaki itu merupakan kesalahan dari pengemudi.
“Kemungkinan terbesr adalah kesalahan penggunaan pedal. Pengemudi menginjak gas, bukan rem, atau di samping rem, mereka menginjak gas” kata Ronald Medford, deputi administrator NHTSA.
Steve St Angelo, eksekutif Toyota yang bertugas menjaga kualitas setelah kasus recall pada tahun lalu, mengatakan Toyota berharap hasil studi tersebut “mengubur spekulasi yang tidak mendukung” tentang keamanan sistem elektronik Toyota.
“Kami yakin analisis ilmiah oleh beberapa insinyur terkemuka ini akan  memperkuat kepercayaan pada keamanan kendaraan Toyota dan Lexus,” kata Angelo dalam pernyataan.
Menteri LaHood, yang tahun lalu memicu panik karena mendesak pemilik Toyota berhenti menggunakan kendaraannya, kini mengatakan “Kami pikir Toyota adalah kendaraan aman untuk dikemudikan.”
Rebut Kembali Konsumen
Kini, Toyota telah keluar dari rintangan, namun para pengamat memperingatkan bahwa perusahaan itu masih harus berjuang untuk merebut  kembali konsumen Amerika yang telah membelot dari Lexus merek mewah Lexus.
Toyota menarik hampir 16 juta kendaraan secara global sejak September 2009 sebagai langkah pertama dari serangkaian tahap memperbaiki masalah pedal gas yang “lengket” dan karpet yang bisa membahayakan.
Presiden Toyota, Akio Toyoda datang ke Washington tahun lalu untuk memberitahu anggota parlemen AS ia “sangat minta maaf.”
Toyota membayar hampir  50 juta dolar untuk denda-denda di Amerika Serikat saat kasus recall, termasuk kasus alas lantai dan “pedal lengket”.
Pemerintah AS telah mendalami 89 kasus kematian yang mungkin ada kaitannya dengan percepatan mendadak di kendaraan Toyota dan Lexus.
Segelintir kasus maut sudah dipastikan terkait masalah tersebut, di antaranya empat  kecelakaan sedan Lexus di California pada bulan Agustus 2009 yang biang keladinya adalah karpet lantai.
NASA memeriksa sembilan kendaraan Toyota, bahkan membombardir mereka dengan radiasi elektromagnetik untuk melihat apakah sistem mereka akan gagal.Hasil penelitian NASA menyimpulkan throttle elektronik Toyota tak mengalami masalah.
(A038/A038/BRT)
//

GM Indonesia Optimistis Penjualan Tumbuh 30 Persen

Chevrolet Captiva SS (GMAI)
Surabaya (ANTARA News) – General Motor Indonesia optimistis penjualan produk Chevrolet bisa tumbuh sekitar 30 persen pada 2011, kendati muncul sejumlah kebijakan dari pemerintah yang cukup memberatkan industri otomotif dalam negeri.
Managing Director GM Indonesia (ATPM Chevrolet) Mukiat Sutikno di Surabaya, Senin, mengemukakan, pihaknya menargetkan menjual sedikitnya 6.000 unit pada 2011 atau naik dibanding pencapaian sebelumnya yang hanya 4.509 unit.
“Tahun 2010, kami mencatat pertumbuhan penjualan hingga 72 persen atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan industri otomotif nasional sebesar 52 persen. Sampai saat ini, pasar mobil kelas atas masih potensial,” ujarnya.
Ditemui usai peluncuran produk “New Chevrolet Captiva SS”, Mukiat Sutikno mengatakan, beberapa kebijakan baru dari pemerintah, seperti pembatasan subsidi bahan bakar minyak dan pajak progresif, lebih terasa dampaknya pada produk menengah ke bawah.
“Konsumen mobil di kelas menengah atas lebih loyal dibanding konsumen kelas menengah ke bawah, sehingga pertumbuhan penjualan 30 persen yang kami targetkan optimis tercapai,” ujarnya.
Public Relation dan Corporate Communication GM Autoworld Indonesia, Kiki Fajar Harianto, menambahkan, pertumbuhan penjualan Chevrolet selama 2010 merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Itu pertumbuhan yang luar biasa buat kami. Prestasi itu tidak lepas dari dukungan diler-diler dan produk-produk terbaru yang menyasar semua segmen,” ujarnya.
Ia mengatakan dari total penjualan nasional, wilayah Jatim memberikan kontribusi sekitar 14 persen, di bawah Jabodetabek yang mencapai hampir 49 persen.
Menurut Kiki, pertumbuhan penjualan Chevrolet di kawasan Asia Tenggara selama 2010 mencapai 30 persen atau tercatat sebanyak 30.000 unit.
Sedangkan secara global, penjualan General Motor pada 2010 mencapai 8.389.769 unit atau meningkat 12,2 persen dibanding 2009. Dari jumlah tersebut, penjualan Chevrolet memberikan kontribusi 4.271.189 unit.
Setelah Captiva SS, GM Indonesia berencana meluncurkan produk terbaru jenis MPV Chevrolet Orlando pada Juli 2011 dan Chevrolet Colorado (pick-up & D-Cab) pada akhir 2011.
(D010/B010)

Nih, Tiga Model Baru Lamborghini


CARADVICE
Lamborghini Sesto Elemento
caradvice
Lamborghini Estoque



ITALIA, KOMPAS.com — Setelah meluncurkan Aventador LP700-4, Lamborghini mengumumkan rencana dua atau tiga tahun ke depan. Produsen mobil Italia yang kini dikuasai Volkswagen itu punya tiga konsep model baru, masing-masing Sesto Elemento diluncurkan pada 2012, Cabrera (pengganti Gallardo) pada 2013, dan Estoque 2014.
Menurut CEO Lamborghini Stephan Winkelmann, dari berbagai saran sejumlah sumber otomotif, sedan Estoque empat pintu sangat diantisipasi dan semakin dekat kemungkinan untuk diproduksi.
Adapun Cabrera menggantikan Gallardo yang sudah bertahan 8 tahun dan sudah selayaknya diganti. Sumber dalam menyebutkan bahwa Lamborghini sudah mempersiapkannya, walau detail mesin dan modelnya masih dirahasiakan.
Selain kedua model di atas, Lamborghini juga punya konsep sportcar serat karbon, Sesto Elemento. Sosoknya sudah pernah ditampilkan pada Paris Motor Show 2010. Ketika diproduksi, sejumlah fitur, termasuk apa yang ada di bodi, mengalami revisi sesuai peraturan lalu lintas.
Rencana ini telah dilaporkan ke Volkswagen. Raksasa produsen mobil Jerman itu pun siap mendanai dan mengembangkan Lamborghini di masa depan.

Lima Mobil Teraman

Lima Mobil Teraman

tes tabrak (-)
Jakarta (ANTARA News)- Jika menurut Anda yang terpenting dalam mencari mobil adalah faktor keamanan, maka Anda perlu melihat hasil uji coba tabrakan yang dilakukan oleh European New Car Assesment Programme (NCAP).
NCAP, lembaga yang melakukan uji coba tabrakan dan penilaian tingkat keamanan mobil di Eropa itu, pada Kamis (27/1), mengumumkan lima mobil terbaik dari segi keamanan untuk tahun 2010 setelah melakukan serangkaian uji coba terhadap 29 kendaraan.
Lima jenis mobil itu mendapatkan penilaian terbaik alias meraih lima bintang untuk segi keamanan menurut kategorinya masing-masing.
Kendaraan tersebut adalah  BMW seri 5 untuk kategori eksekutif, Alfa Romeo Giulietta untuk mobil keluarga, Honda CR-Z untuk kategori mobil super mini, Kia Sportage untuk jenis mobil Off-road 4×4 kecil, dan Toyota Verso menjadi yang teraman di kategori Small MPV.
“Setiap tahun pabrikan mobil terus bekerja untuk menciptakan dan membuat kendaraan yang lebih bagus dan aman untuk para pelanggan,” kata Dr. Michiel van Ratingen, sekretaris jenderal Euro NCAP seperti dikutip Telegraph.
“Adanya peraih lima bintang di setiap kategori menandakan komitmen para pabrikan untuk mengembangkan kendaraan yang aman,” pungkas Van Ratingen.
(Ber/A038/BRT)

Mitsubishi Berencana Merakit SUV di Indonesia


KOMPAS.com/Zulkifli BJ
Di kategori komersial, truk 2-ton, Mitsubishi sangat dominan di Indonesia dan belum bis didekati oleh kompetitornya.
<div]

JAKARTA, KOMPAS.com — Mitsubishi Corporation,  induk Mitsubishi Motor Corporation, menyatakan  menyiapkan dana 20 miliar dollar AS (Rp 176,2 triliun) untuk investasi 5-10 tahun ke depan. Dana itu digunakan untuk menggarap berbagai proyek, infrastruktur, dan industri otomotif. Dijelaskan pula, Mitsubishi berencana mendirikan perakitan sport utility vehicle (SUV) di Indonesia.
Hal tersebut diutarakan Gita Wirjawan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) seusai mengadakan pertemuan bisnis bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pemimpin Mitsubishi Ken Kobayashi di Jakarta, Indonesia, hari ini.
Selain otomotif, Mitsubishi juga berencana menggarap beberapa proyek lain termasuk proyek kereta api, bandara, dan pembangunan pembangkit tenaga listrik, setelah sebelumnya masuk ke sektor minyak dan perkapalan di Indonesia.
Rizwan Alamsjah, Direktur Pemasaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), wakil Mitsubishi Motor di Indonesia, mengakui hal tersebut, ”Semua merupakan rencana jangka menengah dan panjang Mitsubishi di Indonesia. Mudah-mudahan terwujud,” ujarnya ketika dikonfirmasi Kompas.com. Namun, Rizwan mengaku tak mengetahui berapa alokasi khusus  untuk otomotif di Indonesia.
Rizwan menjelaskan, KTB sudah menghentikan produksi mobil penumpang (passanger car) di Indonesia sejak 2005 dan fokus menggarap kendaraan komersial saja termasuk truk dan minibus. ”Kami sudah hadir di otomotif Indonesia sejak 70 tahun lalu dan menjadi salah satu pemain utama,” ujarnya.
Penulis: Agung Kurniawan

Tata Pixel: City Car untuk Eropa


AUTOEVOLUTION,AUTOEXPRESS
JENEWA, KOMPAS.com - Pameran mobil bergengsi Geneva Auto Show 2011 ke-81 yang dibuka untuk umum besok (3/3) jadi arena “perang” bagi prinsipal dari Asia untuk menandingi tuan rumah. Salah satu di antaranya Tata Motors dari India menampilkan konsep mobil kota untuk Eropa yang mereka namakan Tata Pixel.
Cukup mengejutkan, city car ini memakai basis Tata Nano, tapi bentuknya tidak sekaku mobil murah India tersebut. Menariknya lagi, desain pintunya bentuk berlian yang sangat inovatif dengan dibuka model gunting yang memutar ke atas dari depan. Ini memudahkan akses saat masuk atau ke luar mobil serta parkir di tempat yang sempit.
Pixel mampu bermanuver di areal sempit karena dibekali dengan Infinitely Variable Transmission (IVT). Sistem ini membantu roda belakang ikut membelok (semacam 4WS = four wheel steering), sehingga radiusnya hanya 2,6 meter.
Selain pintu model gunting, kaca depan ditarik sekaligus menjadi atap, sehingga bisa meminimalkan overhang depan dan belakang. Trus, desain jendela bisa diganti jika ingin mengubah tampilan eksterior.
Untuk jantung pacu, Pixel dibekali mesin 1,2 liter diesel turbocharged dengan konsumsi bahan bakar 3,4L per 100 km dan emisinya hanya 89 g/kg. Kemudian si kecil ini dilengkapi teknologi “start-stop”.